Ada Delapan Aplikasi Android yang Terjangkit Malware, Berikut Aplikasinya

Tak cuma itu, mereka terhitung mampu membuka dan mencuri sejumlah knowledge penting, juga apa pun yang ditampilkan di layar atau tersimpan di didalam perangkat.

Selain mencuri data pribadi, malware ini terhitung sanggup mendaftarkan korbannya untuk berlangganan premium tanpa persetujuan pengguna. Demikian yang dikutip dari Check Point via Digital Trends, Senin (24/2/2020).

Menyamarkan Diri
Berdasarkan para peneliti keamanan, aplikasi yang punya kandungan malware ini terlihat layaknya aplikasi umumnya di Google Play Store.

Mereka menyamarkan diri sebaai aplikasi kamera dan sebagian ditujukan untuk anak-anak, yang sebenarnya belum bisa mengidentifikasi tanda aplikasi tersebut berbahaya.
Berikut ini adalah delapan aplikasi yang dimaksud:

– Kids Coloring
– Compass
– qrcode
– Fruits coloring book
– Soccer coloring book
– Fruit jump tower
– Ball number shooter
– Inongdan

Peneliti terhitung memperkirakan, delapan aplikasi beresiko ini sudah diinstal terhadap lebih berasal dari 50.000 perangkat Android.

Makin Banyak Muncul Malware di Play Store
Jika dibandingkan bersama pengguna Android secara global, jumlah ini sebetulnya tidak besar.

Namun, kala dipertimbangkan di dalam konteks betapa biasanya malware nampak di Play Store, angka berikut cukup mengkhawatirkan.

Pada September 2019 saja, ditemukan ada 25 aplikasi Android beresiko bersama dengan total lebih dari 2 juta kali diunduh.

Kemudian terhadap Oktober di tahun yang sama, ada 42 aplikasi berbahaya di Play Store telah di download lebih berasal dari 8 juta kali.

Sudah Dihapus dari Play Store
Lebih lanjut, kedelapan aplikasi selanjutnya saat ini telah dihapus berasal dari Play Store.

Meski begitu, ini bisa menjadi untuk waspada sementara mengunduh aplikasi Android karena malware itu mampu bersembunyi di aplikasi yang tampaknya sah.

“Beberapa pengembang aplikasi telah menemukan metode yang cerdik untuk menyembunyikan ‘rahasia’ perihal aplikasi mereka dari pengawasan Google,” tulis peneliti Check Point didalam sebuah posting blog.

“Ditambah bersama ekosistem Android yang terfragmentasi, di mana sejumlah besar produsen perangkat jarang tawarkan pembaruan OS, pengguna tidak dapat mengandalkan fitur keamanan Google Play saja untuk meyakinkan perangkat mereka terlindungi.”

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started