Kabar Gembira Bagi Pengguna Tinder, Mereka Membuka Fitur Passport Gratis untuk Semua User

Jakarta – Tinder baru saja mengumumkan udah terhubung akses fitur Passport untuk seluruh pengguna. Padahal sebelumnya, fitur ini hanya mampu diakses oleh pengguna Tinder Plus dan Gold.

“Kami benar-benar puas sebabkan fitur Passport yang memungkinkan pengguna Tinder berkenalan dengan siapapun di dunia ini, dan kini sanggup dibuka gratis,” tutur CEO Tinder, Elie Seidman, didalam info resmi, Sabtu (4/4/2020).

Elie menyebutkan pihaknya meminta fitur ini bisa mendukung pengguna yang idamkan berinteraksi bersama orang lain dari mana saja, terhitung yang berada jauh dari wilayah mereka.

“Kami terinspirasi bersama langkah pengguna memanfaatkan aplikasi Tinder untuk saling menyemangati, dan kita mengidamkan mendukung solidaritas sosial yang terbentuk karena ini,” tutur Elie.

Ada Delapan Aplikasi Android yang Terjangkit Malware, Berikut Aplikasinya

Jakarta – Baru-baru ini, tim peneliti keamanan dari perusahaan Check Point menemukan dua tipe malware yang menginfeksi sejumlah aplikasi di Google Play Store.

Adapun jenis malware baru selanjutnya bernama Haken, sementara yang lainnya adalah Joker–beberapa selagi selanjutnya sempat bikin gempar pengguna Android.

Kedua style malware ini juga ke dalam kategori “clicker”, yang berarti mereka dapat mengambil alih perangkat dan tanpa diketahui pengguna mencontoh aktifitas mengeklik pada saat muncul iklan.

Byte Aplikasi Baru Diserbu Banyak Sekali Komentar Spam Saat di Rilis

Jakarta – Aplikasi video pendek Byte–besutan pendiri Vine, Dom Hofmann–yang baru saja rilis lebih dari satu hari lalu, diserbu banyak komentar spam dari bot.

Sontak, sebagian besar pengguna langsung mengeluh perihal sebagian komentar spam yang berkunjung di posting-an mereka.

Mengutip laman Inputmag, Rabu (29/1/2020), Hofmann mengklaim bahwa timnya telah mengerti kasus ini dan tengah mengupayakan keras untuk mengatasinya.

“Ini adalah prioritas utama kita dan kita benar-benar berkerja keras untuk mengatasinya,” ucapnya.

Belum lama ini Hofmann membagikan sebuah posting-an di forum komunitas yang membicarakan perihal spam like dan komentar palsu.

“Kami paham persoalan ini dan semestinya bakal merasa lebih baik daripada 24 jam yang lalu dan mesti terus membaik selama sebagian kala ke depan,” tulis Hofmann.

“Kami bakal membawa dampak pergantian yang lebih dramatis terhadap komentar, termasuk kemampuan menyukai komentar dan kapabilitas untuk memblokir/memfilter/membatasi komentar,” sambungnya.

Kejadian ini sebenarnya benar-benar disayangkan gara-gara menodai Byte sebagai platform baru dan modern, yang seharusnya lebih baik dan lebih aman.

Aplikasi Video Pendek Byte Meluncur, Apa Bedanya bersama TikTok?

Pendiri Vine, Dom Hofmann, meluncurkan sebuah aplikasi share video pendek bernama Byte.

Mengutip laman The Verge, Selasa (28/1/2020), Hofmann mengembangkan aplikasi itu sebagai suksesor Vine. Ia menyebut, aplikasi Byte udah tersedia di iOS dan Android.

Lalu, apa bedanya bersama TikTok? Byte, layaknya Vine, hanya menawarkan video pendek berdurasi enam detik, sedangkan TikTok 15 detik dan sanggup dirangkai hingga satu menit.

Basis penggunanya pun terhitung terlampau berbeda. Dolaporkan Insider, beberapa pengguna Vine yang terkenal secara formal sudah bermigrasi ke Byte dan mereka secara blak-blakan tidak menyukai TikTok.

Kategori ‘Komedi’ terlalu disukai dan berkembang biak dengan pesat di TikTok, dan video TikTok tidak disambut dengan hangat oleh pengguna Byte.

Pun demikian, pengguna TikTok dapat pilih kategori yang bisa diatur cocok keinginan, mulai berasal dari vlog, food, dance, sports, DIY, hingga animals. Ini memicu pengguna sanggup lebih inovatif.

Byte Sudah Rilis di Indonesia?
Sayangnya kala kita coba mengunduh Byte di Play Store Android, terkandung info bahwa Byte belum tersedia di Indonesia.

Aplikasi ini sesungguhnya udah tersedia dalam versi beta sepanjang sebagian waktu. Namun, ia baru dirilis sekarang ini sebagai sebuah kejutan.

Sekadar informasi, Hofmann telah mengembangkan Byte selama beberapa tahun. Dia membawa dampak Byte sesudah berhenti dari Vine, sebagian sementara sesudah platform tersebut diakuisisi Twitter.

Untuk Pengguna yang Sering Share Akun dan Password, Begini Netflix Mengatasinya

Jakarta – Netflix angkat berbicara berkenaan rutinitas pengguna Indonesia yang senang sharing account dan password Netflix.

Praktik ini kerap ditunaikan pengguna yang berlangganan paket Premium seharga Rp 169 ribu per bulan dan dapat dipakai untuk 4 pengguna.

Dengan satu account (alamat e mail dan password) yang sama, para pengguna dapat membuka seluruh tayangan di Netflix.

Communications Manager Netflix Kooswardini Wulandari mengatakan, kalau dari pihak Netflix, sharing account cuma disarankan untuk pengguna yang berada dalam satu rumah.

“Dari kami, sharing itu cuma diperbolehkan untuk member di satu rumah, gara-gara kasus privasi. Namun dari segi Netflix, kalau dicermati tersedia aktivitas meragukan di sebuah akun, pihak Netflix akan segera mengetahui aktivitas meragukan tersebut,” kata Kooswardini ditemui di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Ia mencontohkan, kalau pengguna kerap traveling ke bermacam negara, akan tersedia notifikasi.

“Para pengguna dapat mengecek riwayat (history) akun, 24 jam terakhir ini dipakai di mana saja. Cara melihatnya di versi web,” kata perempuan yang karib disapa Dini ini.

Netflix sendiri lebih menyoroti pada keamanan knowledge pengguna itu sendiri kala mereka memastikan untuk sharing account dan password.

“Karena di account itu tersedia keterangan pembayaran no kartu kredit. Oleh gara-gara itu, kami merekomendasikan untuk sharing account dan password cuma dengan anggota keluarga satu rumah,” ujar Dini.

Kami juga berbincang berkenaan akun-akun Netflix yang dijual dengan harga murah di toko online.

Misalnya, dengan cuma Rp 15 ribu rupiah, pengguna dapat beroleh akses penuh Netflix tanpa batas waktu. Karena perihal berikut ilegal, pihak Netflix akan tetap menelusuri bila tersedia yang melaporkan account ilegal ini.

“(Untuk account ilegal), kami tetap menelusuri kalau tersedia yang melaporkan. Namun, yang sebabkan susah adalah kemunculannya yang cepat dan dalam kuantitas masif,” kata Dini.

Lebih lanjut, dia mengatakan, keliru satu perihal mendambakan dicermati adalah gara-gara kesulitan akses pembayaran langganan gara-gara metode pembayaran yang terbatas pada kartu kredit.

Kemungkinan, perihal inilah yang sebabkan para pengguna di Indonesia lebih memanfaatkan akun-akun ilegal yang dijual di toko online.

Hal ini juga yang menjadi alasan Netflix menghadirkan Paket Ponsel. “Kami mendambakan memandang apakah Paket Ponsel dapat sebabkan orang tertarik untuk berlangganan tanpa mesti kenakan account ilegal,” ujarnya.

Pasalnya menurut Dini, memanfaatkan account langganan yang resmi akan sebabkan pengalaman pelanggan lebih baik.

Misalnya, Netflix menghadirkan personalisasi untuk pengguna orang per orang. “Netflix dapat mengenali, kami nonton sampai mana, di mana kami pause dan kala di-play dapat di anggota yang kami belum tonton. Sementara kalau saling sharing akun, tidak memahami siapa yang memanfaatkan account itu (kehilangan personalisasi),” ujar Dini, memberi penjelasan.

Dini menekankan, Netflix menambahkan personalisasi yang berbeda-beda untuk tiap pengguna, juga ke poster filmnya.

Design a site like this with WordPress.com
Get started